GerbangIndonesia, Lotim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur mendapatkan bantuan anggaran sebesar Rp 93 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dana tersebut untuk mengatasi persoalan air bersih di bagian selatan Lotim yang kerap terjadi setiap tahunnya.
Baca Juga: Serbuan Vaksinasi Kodim 1606/Mataram Sukses, Warga Diminta Taati Prokes
Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy mengatakan, meski mendapat kucuran dana, namun Pemkab Lotim juga tetap berbuat untuk mengatasi persolan air bersih yang kerap terjadi di bagian selatan. Hal itu dibuktikan dengan adanya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tutuk, yang ada di Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru.
“Di sana juga ada tower. Itu sebagai lambang bahwa kita berketetapan hati untuk menyelesaikan permasalahan itu,” jelas Bupati.
Disebutkan Sukiman, dengan adanya bantuan anggaran tersebut tidak ada lagi masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih menjelang akhir tahun ini. Terlebih pada bulan Agustus sampai dengan akhir tahun biasanya persoalan air bersih selalu terjadi.
Adapun untuk mengatasi persoalan tersebut, dengan memaksimalkan perbaikan jaringan pipa yang mengalir ke arah selatan, agar air bersih yang ada di bagian utara bisa mengalir dengan baik ke daerah selatan.
“Kita akan perbaiki jaringan pipanya, melalui jaringan pipa yang ada di Tereng Wilis atas di utara, Jenggik, kemudian di Terara Sikur sampai ke Jerowaru,” papar Bupati.
Lebih lanjut Sukiman mengatakan, salah satu faktor yang menghambat tidak tersalurkannya air bersih ke wilayah selatan dengan baik dikarenakan pipa yang mengarah ke wilayah selatan, sebagian ada yang berada tidak sesuai dengan posisinya.
Selain itu, saat ini juga banyak pipa yang tertanam di tengah jalan. Itu akibat dari adanya perluasan jalan. Dimana sebelumnya tertanam di pinggir jalan, sehingga menurutnya pipa-pipa tersebut sudah tidak mungkin lagi untuk bongkar dengan kondisi tuanya pipa itu.
Baca Juga: Ditinggal Salat, Bocah Asal Lotim Tenggelam di Kolam Koi
“Satu-satunya solusinya ialah dengan mengganti pipa-pipa yang tertanam di tengah jalan itu, kemudian meletakkannya di pinggir jalan seperti yang sudah diterpakan sebelumnya,” tutup Sukiman. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







