
GerbangIndonesia, Lotim – Kabupaten Lombok Timur saat ini masih berada pada level III. Namun kondisi tersebut berpotensi membaik menjadi level II, bahkan menempati level I. Hal tersebut dipengaruhi oleh dua indikator utama, yakni transmisi komunitas dan kapasitas respons.
Baca Juga: Babak Baru Perseteruan KAI dan IKADIN NTB
Sekertaris Daerah Lotim, HM Juaini Taufiq mengatakan, dari segi indikator transmisi komunitas, Kabupaten Lotim sudah sangat baik. Bahkan Lotim hampir menapaki level I. Namun Lotim masih lemah dari segi kapasitas respons.
Lanjut Sekda, dalam hal tracing yang masih berada pada kapasitas sedang, sehingga hal tersebut dinilai membuat Lotim masih berada di level III.
“Kami harap agar memperbanyak testing dan tracing sesuai dengan Imendagri lalu membagi perpuskesmas di masing-masing kecamatan,” kata Sekda, saat rapat koordinasi bersama seluruh camat dan Puskesmas, Kamis (2/9).
Kapasitas SDM Puskesmas juga dinilai sudah mencukupi untuk melakukan hal testing tersebut.
Menjawab sejumlah kecamatan yang mengeluhkan kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan tes usap (swab), ia memberi solusi agar pihak Satgas, baik di level kabupaten, kecamatan, hingga desa turut melakukan edukasi khususnya terhadap hasil tracing.
“Kami berharap dengan adanya edukasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat,” imbuhnya.
Juaini juga mengingatkan pentingnya keberadaan data terkait vaksin seperti proporsi dan distribusi dari pemerintah provinsi atau pemerintah pusat.
Selain itu, ia menekankan agar tetap melakukan monitoring, serta mengecek laporan sekaligus melakukan pembinaan terhadap aktivitas 8 persen porsi dana desa untuk penanganan Covid-19 di masing-masing kecamatan.
Baca Juga: Bupati Lotim Resmikan Public Safety Center 199 RSUD R Soedjono Selong
“Kami berharap agar seluruh komponen berperan aktif dalam penanggulangan Covid-19,” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli






