Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur meminta semua kepala desa untuk memberikan informasi terkait keadaan para mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) setelah pulang ke kampung halamannya. Hal tersebut sebagai bentuk perhatian Pemkab Lotim terhadap para PMI ketika pulang ke kampung halaman masing-masing.

Baca Juga: Soal Calon Sekwil NasDem NTB, TGH Fauzan: Santai, Jangan Tegang!

“Kita melakukan penjemputan di bandara, kemudian dibawa ke Labuhan Lombok. Ketika pulang dibekali dengan sembako sesuai kemampuan. Tapi setelah mereka di rumah, putus komunikasi kita dengan PMI. Sehingga kita harap ada informasi dari para kepala desa karena kita serahkan kepada kepala desa bersama Puskesmas agar mereka bisa dirawat,” terang Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy kepada wartawan di Kantor DPRD Lotim, Rabu (3/11).

Dirinya berharap Kades juga bisa mencatat keadaan para PMI. Apakah kekurangan pangan, atau kekurangan lainnya. Sehingga Pemkab Lotim bisa membantu.

“Kita masih memiliki stok beras sebanyak 100 ton. Itu kita bisa manfaatkan untuk membantu mereka (PMI, Red). Jadi kami harap informasi kan kepada Pemkab,” katanya.

Lanjut Bupati, para PMI tersebut hanya terdata di Disnakertrans ketika pulang saja. Sehingga yang mengetahui persis keadaannya ketika pulang hanya para kepala desa.

Baca Juga: Test Drive Sirkuit Mandalika, Menko Airlangga: Luar Biasa, Sangat Indah!

Adapun, terkait dua Raperda Inisiatif DPRD yang dibuat tersebut 80 persen isinya adalah Undang-Undang dan 20 persen isinya muatan local. Sehingga kata dia, tanpa Raperda tersebut Pemkab Lotim sudah memfasilitasi para PMI di Lotim.

“Sebetulnya cukup dengan undang-undang itu, tapi ini kan perlu ditambahkan Lombok Timur supaya jadilah dia Perda. Tanpa itu pun kita sudah melaksanakannya, tapi ini kan inisiatif, ya Alhamdulillah,” tutupnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here