Kedua pelaku penjambretan saat diamankan di Polres Lotim. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA





GerbangIndonesia, Lotim – Satrekrim Polres Lombok Timur mengamankan dua pelaku pencurian dengan kekerasan atau jambret yang terjadi di Gelanggang, Kecamatan Sakra Timur, Lotim pada Sabtu (20/11) lalu.

Baca Juga: Jajal Sirkuit Mandalika, Presiden: Banyak Tikungan Tajam, Sulit untuk Saya!

Diketahui identitas terduga pelaku atas nama ‎LE (21) tahun dan H (36) tahun alamat Pijot, Kecamatan Keruak, Lotim.

Kasat Reskrim Polres Lotim, Iptu Muhammad Fajri, S. Tr.K mengatakan, pelaku melancarkan aksinya sekitar pukul 11:00 Wita. Dimana saat itu kedua pelaku melihat korban dari atas motor dan kedua pelaku langsung memutar arah kemudian mengambil HP milik korban.

“Melihat HP miliknya dijambret, korban langsung melakukan perlawanan dengan cara mengejar kedua pelaku,” ulas Muhammad Fajri saat ditemui di ruangannya, Senin (22/11).

Saat dikejar pelaku sambil berterik minta tolong. Karena panik dikejar oleh korban, kedua pelaku kemudian menabrak salah seorang warga hingga membuatnya terjatuh.

“Korban mengejar dan pelaku ini menabrak warga hingga terjatuh kemudian langsung diamankan warga setempat,” ceritanya.

Dari video amatir yang beredar di media sosial, kedua pelaku sempat diamuk massa. Namun berkat kesigapan tim Polsek Sakra Timur, kedua pelaku akhirnya berhasil diamankan.


Adapun BB yang berhasil diamakan yakni satu unit HP korban, motor yang digunakan pelaku dan sebilah senjata tajam (Sajam) yang juga digunakan pelaku saat menjalankan aksinya.

“Dengan sigap Tim Polsek Sakra Timur langsung menuju TKP dan berhasil mengamankan kedua pelaku beserta Barang Bukti (BB),” katanya.

Adapun saat ini kedua pelaku dan BB sudah diamankan di Polres Lotim untuk peroses hukum lebih lanjut. Kedua pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dan Kekerasan, dengan ancaman 9 tahun penjara.

Sementara itu, pengakuan salah satu pelaku saat diperiksa di Polres Lotim mengakui bahwa perbuatannya tersebut merupakan kedua kalinya yang dilakukan. Namun di TKP yang berbeda-beda dan hasil dari jambretannya tersebut nantinya akan dijual kemudian digunakan untuk membeli Miras.

Baca Juga: Disalahkan, Pawang Hujan Sirkuit Mandalika Lapor Polisi

“Pertama di Rambang, hasilnya kita jual untuk minum,” pungkasnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here