
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Bencana banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara 6 Desember 2021 lalu masih menyisakan persoalan. Salah satunya imbasnya, sebuah jembatan penghubung antardesa putus total. Selain itu pintu bendungan juga rusak lantaran bencana tersebut.
Baca Juga: Lima Zodiak Ini Diprediksi Bakal Kaya Raya di Masa Depan, Kamu Termasuk?
“Perbaikan belum bisa kita lakukan tahun ini karena terkendala anggaran. Kita akan prioritaskan tahun depan,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) KLU, Kaharizal, Rabu (15/12).
Dia menjelaskan, jembatan yang putus itu menghubungkan Dusun Bentek Induk dengan Dusun Lebah Sari Desa Menggala Kecamatan Pemenang. Sementara untuk bendungan yang rusak, berlokasi di Dusun Menggala Desa Pemenang Timur. Jembatan disebutnya sangat dibutuhkan masyarakat. Sebab menghubungkan aktivitas masyarakat dua dusun itu. Tentunya Pemerintah KLU tidak menutup mata dengan memprogramkan perbaikan jembatan rusak tersebut.
“Namun ini tergantung anggaran, apalagi sekarang anggaran memang krisis. Tidak memungkinkan sekarang tetapi kami akan tetap programkan di tahun depan,” jelasnya.
Mantan Kabid Bina Marga ini mengatakan, mengenai pintu air bendungan hal ini sudah dikoordinasikan dengan BPKAD Lombok Utara. Koordinasi dimaksud supaya PUPR bisa mengakses anggaran BTT yang tersimpan guna perbaikan bendungan. Kendati begitu, pihaknya masih memerlukan pernyataan Bupati mengenai kondisi kebencanaan. Sebab ini menjadi dasar mencairkan BTT. Dinas PUPR tinggal mengatur teknis persiapan kebutuhan untuk mengganti pintu air Bendungan yang rusak.
“Di sana masih ada BTT, makanya kami ingin gunakan anggaran itu. Kita dipersilakan, sepanjang untuk penanganan bencana. Karena kalau tidak segera maka itu akan berpengaruh terhadap musim tanam masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD KLU M Zaldy Rahardian juga mengatakan hal serupa. Pihaknya meminta Dinas PUPR untuk segera mengatasi persoalan kerusakan pintu air Bendungan. Sebab jika dibiarkan berlarut, dirinya khawatir akan berdampak pada masyarakat di tengah intensitas hujan yang tinggi saat ini.
Baca Juga: Puji Program Kampung Sehat, Gubernur NTB: Mampu Tekan Covid-19
“Kalau ada hujan besar, maka akan menyebabkan banjir besar datang lagi. Selain itu juga akan mengganggu hasil pertanian masyarakat,” ujar mantan Kepala Dinas PUPR KLU ini. (iko)
Editor: Lalu Habib Fadli







