Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) segera melakukan mutasi jabatan. Terlebih untuk mengisi kekosongan jabatan di 14 jabatan pimpinan tinggi pratama yang sampai saat ini belum bertuan. Hal ini diungkapkan oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Lombok Utara, Anding Duwi Cahyadi kepada wartawan Rabu, (15/12).
Baca Juga: Lima Zodiak Ini Diprediksi Bakal Kaya Raya di Masa Depan, Kamu Termasuk?
Menurut Anding, proses seleksi sudah dilaksanakan dan telah menelurkan hasil. Sehingga dalam waktu dekat pemkab segera melangsungkan mutasi jabatan terhadap eselon II, III, dan juga IV. Tercatat lebih 60 orang akan terlibat dalam mutasi jilid II pada pemerintahan Djohan Sjamsu dan Danny Karter Febrianto Ridawan ini.
“Tinggal kita tindaklanjuti hasil rekomendasi KASN dalam waktu dekat mutasi sesuai dengan tahapan kemarin. Kalau tidak minggu ini, ya awal minggu depan,” ungkapnya.
Dijelaskan, rekomendasi KASN hingga Pemprov NTB sudah dikantongi daerah. Pemkab disebutnya menimbang ada sejumlah pejabat yang bakal pensiun pada 31 Desember 2021 mendatang. Sehingga pemerintah berupaya meminimilasir kekosongan yang sudah lama tersebut. Terhadap nama-nama yang akan mengisi, pun promosi jabatan baru pihaknya enggan menjabarkan lebih jauh. Pasalnya, itu adalah hak prerogatif bupati sehingga tak bisa diintervensi pihak manapun.
“Kita akan isi semua yang pensiun juga kita isi. Kami berusaha seminim dan sedikit mungkin lakukan mutasi. Lebih 60 orang, disamping itu kemarin ada 30 jabatan kosong kita juga berusaha isi,” jelasnya.
“Yang jelas itu menjadi hak bupati sepenuhnya. Karena pansel ada tiga nama, jadi yang pertama namanya itulah yang dipilih Pak Bupati,” katanya menambahkan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembagan Sumberdaya Manusia (Plt BKDPSDM) Lombok Utara, Tri Dharma Sudiana membenarkan adanya rencana mutasi. Menurutnya, yang menjadi prioritas yaitu mengisi kekosongan jabatan disejumlah Organisasi Perangkat Darah (OPD) yang notabene sentral. Hasil daripada Pansel Jabatan kemarin telah tuntas demikian dengan izin KASN. Mutasi ini nantinya secara otomatis akan menaikan eselon jabatan dibawahnya. Misalnya seperti Sekdis ke Kadis demikian dengan Kabid ke Sekdis dan seterusnya.
“Kemarin kita buka pansel 14 jabatan kadis itu akan terisi semua. Nanti ini akan berpengaruh jabatan di bawah jika ada yang naik, otomatis yang di bawahnya yang akan gantikan mengikuti dia nanti,” katanya.
Menyangkut potensi terdapat 14 orang yang sudah dinonjobkan pada mutasi jilid pertama yakni pada 1 September 2021 lalu, pihaknya menilai akan ada kemungkinan naik kembali. Bukan tanpa alasan, lantaran dari 14 orang itu tercatat 10 orang ikut serta dalam pansel yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Pihaknya berharap, mutasi kali ini bisa mengisi seluruh kekosongan jabatan sehingga di tahun anggaran 2022 pemerintah bisa berjalan dan bekerja secara maksimal.
Baca Juga: Puji Program Kampung Sehat, Gubernur NTB: Mampu Tekan Covid-19
“Kita harapkan semua terisi supaya maksimal pergerakan di 2022. Tapi melihat pegawai kita sepertinya masih belum, kalau mau ambil guru ya penuh, namun tidak bisa ambil semua guru. Ada potensi dan mereka yang non job 14 orang itu, 10 orang ikut pansel dua lainnya kembali ke guru,” pungkasnya.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli








