GerbangIndonesia, Lotim – Ribuan massa yang merupakan jamah dan murid Almarhum TGH Ahmad Ali Batu, yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Lombok menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (5/1). Kedatangan mereka buntut dari dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh oknum Ustad As-Sunnah beberapa hari lalu.

Baca Juga: Soal Pengrusakan Ponpes As-Sunnah, Bupati Lotim Akhirnya Buka Suara

Kordum masa aksi, TGH Lalu Ahmad Guntur Alba dalam orasinya menyampaikan sangat kecewa dan mengecam apa yang diucapkan oleh oknum MQ dalam ceramahnya yang secara jelas meyebutkan Makam alamarhum TGH Lalu Muhammad Ali Batu yang sangat dihormati dan dimuliakan oleh masyarakat Lombok. Sehingga ucapan oknum tersebut dinilai sangat melukai hati para jamah dan keluarga Almarhum Ali Batu.

“Ucapan ustaz MQ sangat menyakiti hati kami. Itu telah mencederai keamanan yang sudah terbangun dengan baik didaerah ini. Selama ini kami tidak pernah menggangu siapapun, tapi kali ini ada oknum yang menghina guru kami yang sangat kami muliakan dan sangat kami cintai maka kami sangat mengecam tindakan itu,” bebernya.

Massa aksi juga mendesak agar Pemkab Lotim, Polres Lotim sebagai APH untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut agar kondusifitas di Lotim tetap terjaga. Jika persoalan tersebut tidak segera ditindaklanjuti, massa aksi mengancam akan menyelesaikan persolan tersebut dengan cara sendiri.

Ia meyebutkan, Almrum TGH Ali Batu merupakan salah satu orang yang sangat berperan di tanah Lombok, khususnya Lotim ketika masa penjajahan dulu. Berkat jasanya masyarakat Lombok bisa menikmati indahnya kebersamaan, kerukunan dan beribadah dengan tenang di tanah Lombok.

“Tanpa beliau (Almrhum TGH L Muhammad Ali Batu, Red) kita tidak akan bisa merasakan seperti apa yang kita rasakan sekarang ini. Tidak akan ada masjid yang terbangun, karena beliau telah berjuang melawan penjajah. Sehingga kami berharap kepada Pak Bupati, Pak Kapolres agar apa yang menjadi keluh kesah kami ini untuk diteruskan langsung kepada pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat agar kita hidup nyaman dan tenteram di Lombok Ini,” harapnya.

Lanjut dia, massa aksi khususnya para jamaah Ali Batu akan terus mengawasi perkembangan kasus hukum tersebut. Jangan sampai terhenti dan tidak terselesaikan sehingga kegaduhan di tengah masyarakat tetap terjadi.

Sementara jamaah lainnya, Guru Satriawan SH meminta APH untuk segera mengawal dan menyelesaikan kasus tersebut secara cepat. Jika tidak massa aksi akan menyelesaikan masalah tersebut dengan caranya sendiri.

“Kami akan selesaikan sendiri bersama seluruh jamaah jika kasus ini tidak diselesaikan dan dikawal secara cepat. Tapi kami tidak akan main hakim sendiri, karena kami sadar dan kami sudah diajarkan untuk tidak main hakim sendiri. Untuk itu kami serahkan semuanya kepada APH untuk segera menyelesaikan permasalahan ini,” terangnya seraya disambut suara takbir dari massa aksi.

Kata Satriawan, dalam isi ceramah tersebut, jelas sudah menyakiti hati para jamaah. Sehingga dirinya tidak terima l jika Almarhum L Muhammad TGH Ali Batu dilecehkan, dihina oleh siapapun. Baik karena alasan apapun. Baik dengan alasan menukil, atau mengutip omongan dari siapapun.

“Kami sadar dengan kehadiran massa ini melanggar Prokes, tapi kami juga sadar tidak akan bisa membendung jamaah karena ini menyangkut masalah rasa di dalam hati kami. Apa yang diucapkan itu sangat kotor sekali,” gumamnya.

Massa aksi sendiri ditemui langsung oleh Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy yang didampingi langsung oleh Wakil Bupati, Kapolres Lotim, Dandim 1615/Lotim.

Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy dalam sambutannya sangat mengapresiasi atas ketertiban masa aksi dan melakukan aksi secara tertib aman dan damai dan menjaga kondusifitas Lotim, meski di tengah situasi memanas.

Di depan jamaah, Bupati menyampaikan, orang-orang yang melecehkan dan menghina Almarhum Ahmad Ali Batu ialah orang yang tidak pernah membaca sejarah. Kata Bupati, Almarhum Lalu Muhammad Ali Batu di tanah Lombok, sudah berjasa mempersatukan bangsawan pada masa lampau untuk melawan para penjajah. Sehingga tanpa kehadirannya di tanah Lombok, masyarakat Lombok tidak bisa menikmati kerukunan, kemanan dan kedamaian seperti saat ini.

“Apa yang menjadi aspirasi saudara kami akan terima dan kami akan mengawal proses hukumnya. Untuk untuk saya meminta kepada Pak Kapolres sebagai APH untuk memberikan jaminan kepada kita untuk memproses yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucapnya di tengah massa.

Sementara itu, Kapolres Lotim, AKBP Herman Suriyono di atas mimbar aksi menyampaikan, saat ini Polres Lotim bersama Polda NTB tengah menangani proses hukum terkait ujaran kebencian tersebut. Sehingga massa aksi diminta untuk menahan diri, tidak main hakim sendiri dan mempercayakan semuanya kepada APH.

“Kita hidup di negara hukum, jadi percayakan semunya kepada APH karena kita hidup dinegara hukum. Saat ini APH sedang bekerja dan ikuti perkembangannya dan akan kita sampaikan kepada seluruh masyarakat,” ucapnya.

Ia juga meminta kepada massa aksi ketika aksi tersebut sudah selesai agar bisa pulang kerumah masing dengan tertib aman dan damai.

Dalam aksi tersebut masa aksi juga meminta kepada Bupati Lotim, Polres Lotim dan beberapa pejabat di Lotim, untuk menandatangani surat pernyataan untuk mengancam tindakan MQ tersebut, yang akhirnya disetujui dan ditandatangi langsung dindepan masa. Setelah acara selesai, massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here