GerbangIndonesia, Loteng – Keputusan Pemkab Loteng menerima pengajuan penurunan prosentase pajak hiburan MotoGP membuat gempar.
Tidak sedikit yang memberikan komentar pedas terhadap keputusan Pemkab Lombok Tengah ini. Tidak terkecuali anggota DPRD Loteng, Suhaimi SH, MH yang juga salah satu praktisi hukum kawakan di Gumi Tastura.
Baca Juga: Resmi Tersangka, Ustad Mizan Qudsiah Diamankan Polda NTB
Suhaimi berargumen bahwa PT. ITDC sudah mengakali Pemkab Loteng dalam perkara ini. Sebab, yang diminta ITDC tidak sepatutnya karena bentuknya adalah pengurangan prosentase pajak dari 30 persen ke 15 persen.
“Ini kan mengakali pemerintah namanya. Itu prosentase bos, bukan jumlah uang. Tidak ada hubungannya dengan banyak tidaknya yang akan didapat,” kata Suhaimi.
Dia melanjutkan, logika yang digunakan ITDC untuk meminta penurunan pajak hiburan itu tidak tepat. Sebab, ITDC pada dasarnya bukanlah pihak yang membayar pajak, melainkan pihak yang hanya membantu pemerintah mengumpulkan pajak.
“Yang membayar pajak itu kan konsumen, kok mau ditilep pajak konsumen. Itu logikanya dimana,” serunya lagi.
Yang lebih mencengangkan lagi adalah sikap Pemkab yang serta merta mengiyakan permohonan ITDC ini.
“Saya nggak habis pikir kok mau Diakali. Goblok itu,” sindirnya keras.
Kalaupun alasannya adalah Covid-19, maka tidak sepantasnya pajak hiburan itu dikurangi.
“Malah patut diduga ini, Bupati masuk angin kalau begini ceritanya,” duganya.
Ditanya sikap dewan sendiri, Suhaimi menyatakan kemungkinan akan mengajukan hak interpelasi jika anggota lainnya juga menyetujui agar permasalahan clear.
“Kalau seperti ini bisa jadi ini masuk ranah hukum nantinya,” tukasnya.
Baca Juga: Resmi Tersangka, Ustad Mizan Qudsiah Diamankan Polda NTB
“Goblok-goblok,” tandasnya menanggapi sikap Pemkab sambil berlalu dari hadapan media ini. (fiq)
Editor: Lalu Habib Fadli








