GerbangIndonesiak, Lotim – Sanggar Rudat Al-Guri Desa Aik Dewa, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, memperkenalkan tarian rudat khas Sasak kepada anak-anak usia dini. Hal tersebut dilakukan untuk mempertahankan eksistensi tarian tersebut yang saat ini sudah mulai tergerus oleh zaman.
Baca Juga: Demi Indonesia Emas 2045, Kapolri Minta Serikat Mahasiswa Muslimin Ingat Soal Ini..
Pelatih Tari Rudat Al-Guri Desa Aikdewa, Saepudin menyampaikan, dewasa ini tarian rudat semakin sepi peminat. Sehingga dikhawatirkan eksistensi tarian rudat tersebut hilang ditelan zaman karena tidak ada generasi muda yang mewarisinya ke depan.
“Anak-anak sekarang sibuk dengan HP masing-masing, main game online dan permainan moderen lainnya, sehingga sangat. Kami merasa sangat mirip sekali melihat keadaan yang sekarang ini, sehingga itu yang mendorong kami untuk memperkenalkan tarian rudat ini ke anak-anak sejak usia dini,” ujar Saepudin saat ditemui media ini di PAUD Mele Pinter Desa Aik Dewa, Sabtu (18/6).
Melihat keadaan sekarang Saepudin bersama rekan-rekannya mulai mepeekenalkan tarian saat rudat pada anak-anak untuk menanamkan rasa bangga terhadap budaya Lombok yang ditinggalkan oleh nenek moyang mereka dulu.
Selain itu, kata Saepudin hal tersebut untuk meningkatkan minat anak-anak untuk mempelajari tarian rudat. Mengingat anak-anak tersebut merupakan para penerus bangsa agar tarian ini tak hilang oleh zaman.
“Ini salah satu upaya kami untuk memeprtahan kan eksistensi budaya ini, agar anak-anak senang dan mau mempelajarinya. Karena anak-anak ini harapan kami untuk tetap menjaga eksistensi budaya kita ini agar tidak hilang seiring perkembangan zaman yang semakin modern ini,” ucapnya.
Selain itu, untuk memperkenalkan tarian tersebut pada anak-anak, tarian rudat juga sering dipentaskan ketika ada acara-acara seperti Wisuda, pisah kenang bahkan lomba tingkat PAUD dan TK.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
“Kalau bukan kita yang meperkenalkan dan menjaga budaya ini siapa lagi yang akan kita harapkan dan kalu bukan sekarang kapan lagi, semoga tarian ini tetap eksis di masa yang akan datang,” ucapnya penuh harap. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli






