GerbangIndonesia, Lotim – Memasuki semester II tahun 2022, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Lombok Timur mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2021 lalu. Pertanggal 13 Juli ini, realisasi PAD Lotim telah mencapai Rp 153,29 miliar lebih atau 34,78 persen dari target Rp 440, 73 miliar tahun ini.
Baca Juga: Pemilihan DPD RI Dapil NTB 2024, Pendatang Baru Berpotensi Tumbangkan Petahana
Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menyampaikan terima kasihnya kepada OPD yang telah mampu mencapai realisasi sesuai harapan. Namun dirinya juga memahami berbagai kendala yang ditemui di lapangan sehingga realisasinya masih cukup rendah.
“Kami berharap tiga bulan ke depan sudah tidak ada lagi OPD yang capaiannya di bawah 50 persen. Kami minta agar OPD yang realisasinya masih rendah dapat lebih progresif lagi,” pintanya pada rapat Evaluasi PAD semester I, Rabu (13/7).
H Sukiman juga menugaskan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk merumuskan berbagai kendala untuk menemukan solusinya.
Selain itu, dirinya juga berkomitmen memberikan dukungan terhadap OPD yang menemui kendala karena keterbatasan modal seperti Dinas Perindustrian dan Dinas Perhubungan, melalui APBD Perubahan, dengan catatan kondisi keuangan daerah memungkinkan.
“Kami minta kepada Kepala Bapenda untuk lebih berani berinovasi dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah,” tegasnya.
Adapun OPD uang sudah mencapai angka di atas 40 persen yakni UPTD RSUD Lotim yang sudah mencapai 55,95 persen atau senilai Rp 10 miliar lebih dari target Rp 18 miliar.
Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun
Selanjutnya Kecamatan Sakra Barat yang realisasinya di angka Rp 241 juta lebih (60 persen) dari target Rp 402 juta lebih, dan Dinas Koperasi dan UKM, di angka 49.85 persen atau senilai Rp 119,65 juta dari target Rp 240 juta. Sedangkan OPD lainnya masih jauh dari target yang diharapkan. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli








