Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan menerapkan sistem one gate atau satu pintu menuju ke Gili Tramena. Pihak Koperasi Karya Bahari (KKB) menyambut positif langkah tersebut dengan akan memenuhi sarana transportasi ke ketiga pulau tersebut. Demikian diungkapkan Kepala KKB Sabarudin, Rabu (10/8).
Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun
Kapal cepat dari Bali mulai minggu depan tidak boleh lagi secara langsung mendarat ke pulau, mereka diarahkan langsung untuk ke Pelabuhan Bangsal. Di Bangsal para penumpang yang notabene merupakan wisatawan ini akan di periksa dokumen serta barang bawaan. Setelah dipastikan bersih, baru mereka dipersilakan menyebrang ke pulau dengan menggunakan publik boat dan lain sebagainya yang sudagmh tersedia di Bangsal.
“Kita akan sediakan beberapa jenis transportasi jadi mau pakai publik boat, atau carter speed boat silakan. Bahkan kita juga sediakan shuttle boat khusus,” ungkap Sabarudin.
Dijelaskan, pihaknya yang merupakan penyedia jasa transportasi satu-satunya untuk menyebrang ke tiga gili, mau tidak mau suka tidak suka harus mendukung apa yang sudah menjadi keputusan pemerintah. Pasalnya, belakangan muncul konflik lantaran pihak KKB merasa tidak mendapat apa-apa jika kapal cepat dari Bali ini secara langsung bongkar muat penumpang di pulau. Dengan demikian ini merupakan angin segar khususnya untuk kawasan Bangsal.
“Atur saja yang penting kalau kami jangan satu nganget yang satu ngengat. Insyallah kita akan layani semua mungkin wisatawan akan terganggu, mungkin. Tapi bagaimana lagi kan ini sudah keputusan pemda,” jelasnya.
Menurutnya, KKB memiliki estimasi sekitar 1.500 sampai 1.600 penumpang kapal cepat dari Bali yang akan turun di Bangsal. Sementara kapal khusus publik yang tersedia di KKB sebanyak 52 unit, dan speed boat 8 unit. Untuk tarif sendiri jika menggunakan publik ke Trawangan sebesar Rp 30 ribu, ke Gili Meno Rp 18 ribu, ke Gili Air Rp 16 ribu. Jika menggunakan speed boat biayanya kisaran Rp 350 ribu sampai Rp 400 ribu, sementara untuk tarif shuttle boat juga akan disediakan pihak koperasi.
“Karena kalau kita hitung masuknya kapal ini kurang lebih 1.500 sampai 1.600 wisatawan dan kebetulan kapal ini jam datangnya tidak satu waktu namun bisa dua kali dalam sehari,” katanya.
“Apalagi nanti wisatawan tidak akan kita turunkan ke pantai tapi kita muat di dermaga saja. Kalau saya rasa ini cukup ideal tapi belum tentu dari sisi pengusaha (hotel yang ada di pulau),” imbuhnya.
Pihaknya juga menegaskan tidak akan sampai menggangu aktivitas angkut barang ke pulau yang selama ini dilayani oleh pihak koperasi. Pihaknya mengaku jika barang sudah ada khusus kapal yang angkut. Kendati begitu, ini juga menjadi PR bagi daerah pun aparat kepolisian untuk menertibkan dan menata kawasan Pelabuhan Bangsal. Sedianya KKB akan menyediakan porter khusus guna membawa barang bawaan penumpang. Namun, porter tidak boleh secara langsung meminta kepada wisatawan dimaksud.
“Kami tidak urus porter namun kita siapkan porter kalau dibutuhkan namun kita pesan tidak boleh memungut bayaran ke wisatawan kita tetap stand by kan di dermaga. Bagaimana nanti ya kita lihat saja pas Hari Senin,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemda Lombok Utara beserta Polres KLU sudah menyetujui untuk menerapkan sistem one gate di Bangsal yang akan menuju ke tiga gili. Hal ini selain untuk menghidupkan kembali perekonomian khususnya Kawasan Pelabuhan Bangsal, juga untuk mengantisipasi barang bawaan penumpang dari sisi keamanan. Sistem ini akan dilakukan selama satu bulan kedepan dengan pengawasan pun evaluasi setiap minggunya.
Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun
“Minggu depan kita akan lakukan trial bongkar di bangsal kemudian muat di tiga gili. Masih banyak pr keamanan orang dan barang masuk sulit di kontrol ketika ini tidak one gate sistem,” ucap Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan belum lama ini.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli






