Calon jemaah umroh saat hearing di Kantor DPRD Lombok Timur. FOTO SUPARDI GERBANGINDONESIA.




GerbangIndonesia, Lotim – Sebanyak 20 calon jemaah umrah didampingi LSM Garuda Indonesia menggelar hearing ke Kantor DPRD Lombok Timur, Senin (29/05/2023). Kedatangan mereka untuk menuntut salah satu travel umrah di Lombok Timur yakni PT. Fidyah & Travel untuk mengembalikan uang jamaah yang tidak kunjung berangkat sampai saat ini.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024

Salah seorang jemaah H. Ahmad Nurudin salah seorang jemaah umrah meminta agar pihak travel mengembalikan uang calon jemaah yang telah disetorkan masing-masing sebesar Rp 30 – 34 juta.

“Totalnya sekitar Rp 600 juta. Karena rata-rata kami sudah menyetor Rp 34,5 juta. Kami minta uang kami segera dikembalikan saja,” ungkapnya, Senin (29/05).

Diakui, dia pribadi telah membayar pelunasan awal sebesar Rp 16 juta. Pihak travel juga awalnya menjanjikan untuk berangkat tahun 2023 ini secara bertahap. Namun para calon jemaah tidak mau lantaran banyak jamah yang telah diberangkatkan diduga tidak terurus dengan baik.

“Intinya kami sudah tidak mau berangkat melalui Fidya Tour, kami dengar banyak jemaahnya yang terlantar di Mekkah sana, mereka tidak disediakan hotel,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Lombok Timur PT. Fidya dan Travel, M Saykroni menyampaikan bahwa tertundanya pemberangkatan 20 calon jemaah umrah ini dikarenakan dampak dari Pandemi Covid-19. Dimana Pemerintah Arab Saudi menutup pelaksanaan haji dan umrah sejak tahun 2020 lalu. Padahal pada tahun itu tiket pesawat, hotel berbagai persiapan sudah dilakukan pihak perusahaan dan semua jammh umrah sudah siap untuk diberangkatkan.

“Tiket-tiket yang sudah kami booking itu tidak ada pengembalian, saya juga persen 154 tiket dan hotel untuk jemmah ini,” sangkalnya.

Sedangkan soal uang jemaah yang telah digunakan untuk membeli tiket dan booking hotel tersebut tidak bisa dikembalikan. Sehingga PT. Fidya & Travel pusat memutuskan untuk menunda pemberangkatan jemaah. Sebab perusahaan menilai akan meyebabkan banyak kerugian jika diberangkatkan, sehingga perusahaan memutuskan untuk menunda.

Disebut lula, pihaknya akan bertanggung jawab atas tidak berangkatnya 20 jemaah tersebut dan siap mengembalikan uang jemaah. Bahkan, ia juga menawarkan untuk memberangkatkan jemaah yang berjumlah 20 orang tersebut secara bertahap jika ia sudah memiliki uang. Akan tetapi semua jemaah menolak pemberangkatan secara bertahap dan ngotot untuk mengambil uang.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Lombok Timur, H Daeng Paelori meminta kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Timur untuk mengawasi dan mengevaluasi travel umrah yang ada di Lombok Timur agar tidak ada lagi masyarakat yang terlantarkan atau tertipu.

“Kami harap ini menjadi perhatian kemenag supaya masyarakat kita tidak menjadi korban penipuan. Masyarakat kita sudah rindu untuk beribadah ke Makkah tetapi malah begini,” pungkasnya.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024

Sementara dari pihak LSM Garuda Indonesia yang mendampingi calon jemaah juga meminta agar pihak travel bertanggung jawab. Sebab jemaah sudah tidak percaya lagi dengan janji-janji dari pihak travel. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here