Kunjungan ke sekolah perempuan di Desa Lenek Kalibambang Kecamatan Lenek. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Keberadaan sekolah perempuan dinilai berhasil menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Lombok Timur. Keberhasilan ini pun membuat Dinas Sosial Pemberdaya Perempuan Pelindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat tertarik untuk belajar dan mengembangkan sekolah perempuan di wilayahnya.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024

Dinas Sosial Pemberdaya Perempuan Pelindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Dharmasraya, Martin Ependi menyampaikan bahwa terkait kunjungan ini dalam rangka untuk meingkatkan SDM dan inovasi khususnya pada sekolah perempuan karena di Kabupaten Dharmasraya belum ada sekolah perempuan.

“Nanti sepulang kami dari sini setidaknya bisa menjadi acuan dan inspirasi bagi kami untuk bisaembuat dan mengembangkan sekolah perempuan di daerah kami,” ungkapnya saat kunjung ke Sekolah Perempuan Gemilang Desa Lenek Kalibambang, Kecamatan Lenek, Kamis (15/06/2023).

Setelah mendapatkan penjelasan dari DP3AKB Lombok Timur terkait sekolah perempuan ini, pada tahun 2024 mendatang sekolah perempuan di Kabupaten Dharmasraya akan dijadikan sebagai program prioritas. Selanjutnya pihaknya akan meminta DPRD setempat untuk memberikan anggaran untuk mengembangkan sekolah perempuan.

“Program sekolah perempuan ini sangat luar biasa. Banyak hal yang  kami gali dan pelajari kemudian itu nanti akan kami adopsi dan kembangkan di Dharmasraya,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas P3AKB Lombok Timur, H Ahmat menyampaikan, di Lombok Timur tahun ini terdapat 13 sekolah perempuan yang tersebar di 9 kecamatan. Namun ditargetkan pada tahun 2024 mendatang, semua kecamatan memiliki minimal satu sekolah penggerak.

“Tahun ini memang kita terkendala anggaran, hanya Rp 60 juta pertahun untuk 13 kecamatan. Ini pun kita menggandeng beberapa NGO, karena memang anggaran kita sangat sedikit. Insya Allah tahun depan kita minta anggaran khusus untuk sekolah perempuan,” ungkapnya.

Disebutkan, keberadaan sekolah perempuan ini sedikit bisa menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Keberadaan sekolah perempuan ini juga salah satu upaya untuk menekan angka stunting di Lombok Timur.

Sekolah perempuan ini tidak seperti sekolah formal pada umumnya. Namun sekolah perempuan ini hanya melakukan pertemuan sekali sebulan untuk membahas persoalan perempuan dan anak termasuk juga persolan Stunting.

“Terkadang juga ada program-program yang harus dilakukan dua kali. Kelasnya juga tidak mesti ada gedung seperti sekolah formal, namun keberadaan sekolah ini sangat bagus sekali,” jelasnya.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024

Sebagian besar siswa sekolah perempuan ini kata Ahmat, berasal dari ibu-ibu terlantar. Ada juga mantan TKW dan perempuan-perempuan yang masih membutuhkan perhatian dan perlindungan. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here