Ahmad Rifai. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Loteng – Tidak kunjung diperbaikinya jalan Kabupaten oleh Pemda Loteng dengan alasan anggaran memaksa anggota DPRD Loteng angkat suara.

Baca Juga: Nikahi Wanita Sumbawa, Pria Asal Malaysia Ditangkap Pihak Imigrasi Lantaran Menyalahi Izin Tinggal

Salah satunya adalah Ahmad Rifai dari Fraksi PKS yang selama ini getol menyuarakan masalah perbikan jalan ini. Dia mengatakan jika alasan Pemda sebenarnya tidak terlalu pas. Sebab, perbaikan jalan kabupaten seharusnya menjadi salah satu prioritas utama bagi Pemda.

“Kalau memang alasannya tidak ada uang, kami dari DPR (D) menyetujui untuk Pemkab minjam uang untuk perbaikan jalan itu,” tegas Rifai kepada media, Jumat (10/05/2024).

Dia menegaskan, jalan kabupaten yang terdata saat ini sepanjang 810 kilometer dan masih tercatat rusak sebanyak 30 persen atau sekitar 162 kilometer.

Jika untuk memperbaiki jalan itu dianggarkan Rp 1 miliar per satu kilometer, maka hanya dibutuhkan anggaran sekitar Rp 162 miliar saja.

“Tapi harus clear perbaikan jalan itu langsung satu tahun itu, supaya apa? Supaya tidak ada lagi pembahasan masalah jalan di pembahasan-pembahasan selanjutnya,” terangnya.

Dikatakan, menurut informasi yang dia perolah, kondisi jalan rusak ini terdapat di semua wilayah di Lombok Tengah.

“Masing-masing Kecamatan itu ada, bahkan yang parah itu ada yang di wilayah perbatasan,” sambung dia.

Menurutnya, permasalahan jalan ini telah memicu banyak sekali masalah bagi Pemda, terutama mengenai gelombang protes masyarakat yang notabene sangat kecewa dengan kondisi jalan ini. Apalagi sampai ada masyarakat yang justru meminta merubah status jalan dari jalan kabupaten menjadi jalan desa dengan alasan agar bisa dianggarkan perbaikannya oleh desa.

Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43

“Sekali lagi, kalua mau serius untuk selesaikan ya ayo! Kami sebagai anggota dewan siap saja,” tutupnya. (fiq)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here