Gerbangindonesia.co.id – Lombok Timur – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur mencatat pencapaian positif sepanjang periode 2025–2026 dengan menghimpun dana zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya senilai lebih dari Rp24 miliar. Capaian tersebut dipaparkan dalam kegiatan Refleksi Satu Tahun Pengabdian Baznas Lombok Timur yang digelar di Kantor Baznas, Selasa (21/7/2026).
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, mengapresiasi peningkatan penghimpunan dana tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan lembaga zakat tidak boleh hanya dipandang dari besarnya angka yang berhasil dikumpulkan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat penerima manfaat.
Menurutnya, keberadaan Baznas harus mampu menghadirkan perubahan bagi warga yang menghadapi kesulitan ekonomi, membutuhkan biaya pengobatan, maupun mereka yang memerlukan bantuan untuk meningkatkan taraf hidup.
“Baznas harus menjadi lembaga yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika semakin banyak warga yang terbantu dan kualitas hidup mereka menjadi lebih baik,” tegasnya.
Ia juga mengakui bahwa selama ini Baznas menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam menangani berbagai persoalan sosial. Fleksibilitas lembaga tersebut dinilai mampu mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat dibandingkan mekanisme birokrasi pemerintahan yang membutuhkan tahapan administrasi lebih panjang.
Meski demikian, Haerul Warisin meminta seluruh jajaran Baznas tidak cepat berpuas diri. Ia menilai potensi zakat di Lombok Timur masih sangat besar sehingga upaya peningkatan penghimpunan dana harus terus dilakukan melalui penguatan kepercayaan publik dan perluasan edukasi kepada masyarakat maupun pelaku usaha.
Sebagai target baru, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap Baznas mampu menghimpun sedikitnya Rp31 miliar pada Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2027.
Dana tersebut direncanakan mendukung sejumlah program pelayanan sosial, termasuk pengadaan 10 unit ambulans yang akan ditempatkan untuk melayani masyarakat di seluruh wilayah Lombok Timur. Nantinya, satu ambulans dirancang melayani dua kecamatan sehingga akses masyarakat terhadap layanan kesehatan darurat dapat semakin mudah.
Selain mengejar target penghimpunan, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam pengelolaan zakat. Ia menegaskan bahwa profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama agar kepercayaan masyarakat terhadap Baznas terus meningkat.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Kamli, melaporkan bahwa selama satu tahun terakhir lembaganya berhasil menghimpun dana lebih dari Rp24 miliar dengan dukungan 110 amil dan amilat yang bertugas di berbagai wilayah.
Dari total dana tersebut, sekitar Rp17 miliar berasal dari zakat, sementara infak menyumbang lebih dari Rp1 miliar. Adapun dana sosial keagamaan lainnya, termasuk kontribusi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), mencapai lebih dari Rp6 miliar.
Menurut Kamli, seluruh dana yang dihimpun merupakan amanah masyarakat yang wajib dikelola secara profesional dan disalurkan kepada kelompok yang berhak menerimanya.
Dalam kesempatan itu, Baznas Lombok Timur juga memperluas kolaborasi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Perum BULOG Cabang Lombok Timur terkait kerja sama pengadaan barang dan jasa. Selain BULOG, Baznas telah menjalin kemitraan dengan sedikitnya 11 institusi yang terdiri dari perusahaan swasta, BUMN, BUMD, hingga BPJS Ketenagakerjaan.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penyaluran bantuan secara simbolis kepada pelaku UMKM, petugas kebersihan, dan pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sektor pertanian. Baznas juga memberikan penghargaan kepada sejumlah muzakki yang dinilai konsisten mendukung program zakat, yakni Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, PT Selaparang Finansial, serta PT Bank NTB Syariah.
Sebagai penutup acara, Baznas Lombok Timur memperkenalkan inovasi digital melalui peluncuran aplikasi Baznas Smart (B-Smart). Platform tersebut dikembangkan untuk mempermudah layanan administrasi, pengelolaan proposal bantuan, hingga integrasi data muzakki dan mustahik secara elektronik.
Digitalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana zakat di Kabupaten Lombok Timur, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.(dan)







