GerbangIndonesia, Lotim – Pemerintah Kabupaten Batubara Provinsi Sumatra Utara melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Lombok Timur, Senin (10/1). Kunker kali ini terkait penanganan kasus Stunting. Pemkab Lotim sendiri dinilai berhasil menurunkan angka stunting.
Baca Juga: Kapolres Lampung Utara Berikan Penghargaan Kepada Para Pejuang Vaksinasi
Sekda Lotim, HM Juaini Taufik menyampaiakan, sejak tahun 2018 hingga akhir tahun 2021 lalu kasus stunting di Lotim mengalami trend penurunan. Sehingga Lotim menjadi kabupaten terbaik di NTB dalam penanganan stunting.
“Kemarin kita menyabet dua penghargaan dari Pemprov terkait penagnan stunting,” terang Juaini usai acara.
Dijelaskan Sekda, dalam penanganan stunting tidak bisa melibatkan Pemkab saja, namun juga membutuhkan semua elemen, baik Kecamatan hingga tingkat desa. Oleh karenanya, pada tahun 2019 lalu Bupati Lotim memberikan reward bagi camat dan kades yang memiliki Peraturan Desa tentang Penundaan Usia Perkawinan.
Adapun faktor penyebab terjadinya stunting disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya faktor pernikahan dini. Dari data riset ditemukan sebanyak 38,7 persen peyebab stunting tersebut dikarenakan penikahan dini.
“Nah kita tidak bisa sendiri menurunkan angka stunting ini butuh keterlibatan banyak pihak salah satunya ialah Pemerintah Desa (Pemdes), sehingga Pemdes ini lebih awal dilibatkan oleh Pak Bupati untuk bersama-sama mengendalikan stunting di Lotim,” terangnya.
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun sebelumnya angka stunting di Lotim berda pada angka 48 persen. Akan tetapi berdasarkan data Elektornik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) Lotim, berhasil menurunkan kasus gagal tumbuh dari 26,46 pada 2018 menjadi 17, 49 pada tahun 2021 lalu.
“Tepatnya di angka 19 persen dengan posisi semua Posyandu mengisi data 90 persen, dan inilah yang mendapat pengakuan dari Pemprov tentang konvregensi pengendalian stunting di Lotim menjadi terbaik, sehingga Bupati Batubara ke sini ingin melihat bagaimana sistem penanganan stunting di Lotim,” jelasnya.
Baca Juga: Gubernur NTB, Kapolda dan Danrem 162/WB Pimpin Patroli Pergantian Tahun
Lebih jauh Juaini menyampaikan, untuk bisa mencapai nihil kasus stunting diakuinya sangat relatif sulit. Sebab untuk bisa mencapai hal tersebut ada beberapa kriteria yang harus dicapai. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli








