
GerbangIndonesia, Lotim – Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Baiturrahim Kabar, Kecamatan Sakra, mengelar camping ground sekaligus sebagai momen keakraban dan Tadabbur alam, di Camping Ground Joben Evergreen, Kecamatan Sikur Lombok Timur, Jumat (10/6) lalu.
Baca Juga: Demi Indonesia Emas 2045, Kapolri Minta Serikat Mahasiswa Muslimin Ingat Soal Ini..
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Baiturrahim Kabar, Muh Khotam Zam Zami S.H, MH menyampaikan acara tersebut merupakan salah satu program Ponpes yang ditekankan kepada seluruh kepala sekolah yang ada di lingkup Ponpes Baiturrahim. Mengingat acara tersebut bukan hanya sekadar melakukan rekreasi semata, namun sekaligus sebagai momen untuk memberikan pembelajaran kepada para santri dan santriwati tentang pentingnya pendidikan untuk menjaga alam.
“Acara ini sekaligus untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan. Sehingga untuk bisa melakukan proses penjagaan lingkungan itu, kita harus memberikan pemahaman terhadap santri bagaimana sebenarnya lingkungan alam,” terangnya, .
Kata dia, acara camping tahun ini lebih difokuskan kepada tadabbur alam. Dimana para santri akan diajarkan untuk mengenal tumbuh-tumbuhan itu seperti apa dan manfaat yang bisa diambil oleh manusia sendiri.
“Kita ajarkan para santri tumbuh-tumbuhan itu seperti apa, kebutuhannya apa saja lalu apa yang kita butuhkan dari tumbuh-tumbuhan, bagaimana mengenal hutan dan banyak hal lainnya,” jelasnya.
Dipilihnya Joben Evergreen kata Muh. Khotam sebagai lokasi camping tahun ini, dikarenakan lokasi tersebut dinilai sangat cocok untuk melakukan kegiatan dan pendidikan berbasis lingkungan.
“Kami memilih tempat ini karena sangat representatif untuk bagaimana kita melakukan pendidikan berbasis lingkungan itu,” terangnya.
Selain sebagai momen untuk memberikan pembelajaran, kegiatan tersebut juga sebagai pelepas penat para santri seusai semester dan sebelum melakukan kelas meting.
Kegiatan tersebut juga untuk memperkenalkan kepada para santriwan-santriwati bagaimana lebih mengenal alam. Sebab menurutnya belajar tidak harus di dalam ruangan saja, akan tetapi juga bisa dilakukan di luar ruangan.
“Kita memilih diluar itu karena santriwan-santriwati juga harus kita bekali dengan pemahaman, jangan hanya mengenal didalam lingkungan akan tetapi dia juga harus bisa berinteraksi dengan dunia luar serta berinteraksi dengan alam,” ucapnya.
Adapun dalam kegiatan tersebut para santri juga diajak untuk mengelilingi hutan, mengenal tumbuh-tumbuhan dengan didampingi langsung oleh pengelola Camping Ground.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
“Ada juga Rinjani 100 berbeda dengan event internasional itu, kita lakukan di Kawasan TNGR Joben dan bukan 100 Km tapi 100 meter,” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli





