GerbangIndonesia, Loteng – Sejumlah homestay di kawasan Mandalika yang akan digunakan sebagai tempat penonton MotoGP ternyata masih membeli air bersih kepada pihak swasta. Hal ini membuat Pemkab Lombok Tengah bergerak aktif.
Baca Juga: Resmi Tersangka, Ustad Mizan Qudsiah Diamankan Polda NTB
Pemkab melalui PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah langsung mengarahkan agar persoalan ini segara diselesaikan. Apalagi perhelatan MotoGP tidak akan lama lagi digelar.
Salah satu wilayah homestay yang menjadi target Pemkab melalui PDAM saat ini adalah homestay di wilayah Bangah Kecamatan Pujut. Masyarakat pada umumnya membeli air dari pihak swasta untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk MCK.
PLT Dirut PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah, Bambang Supratomo S.IP setelah mendapat arahan dan instruksi dari Nursiah selaku Wabup Loteng langsung menijau lokasi dan melakukan koordinasi dengan pemilik Homestay di Bangah, khususnya di Dusun Gerupuk Desa Sengkol.
“Air bersih memang sudah terpenuhi untuk digunakan memasak dan kebutuhan lainnya, tapi masih membeli dari pihak swasta,” terangnya.
Parahnya, keadaan masyarakat membeli air ke swasta ini sebenarnya sudah terjadi bertahun-tahun lamanya. Sehingga perlu adanya campur tangan PDAM apalagi menghadapi perhelatan akbar ini.
“Kita akan turun tangan, kami siap menyediakan armada Truk Water Tanki untuk melayani kebutuhan air bersih di wilayah homestay jika diperlukan,” janjinya.
Lebih jauh dikatakan, jika SPAM Mandalika nantinya sudah beroprasi di tahun depan, maka kebutuhan air baku untuk KEK dan masyarakat sekitar bisa dilayani dengan maksimal dengan debit 150 liter per detik.
“Sementara saat ini karena jaringan lama sudah tidak berfungsi jadi tidak bisa menjangkau lokasi,” jelasnya.
Dia menjelaskan, pihaknya juga sempat mengecek langsung progres pembangunan SPAM Mandalika di Bendungan Pengga. Informasi yang diterimanya bahwa jika tidak ada kendala akan selesai dikerjakan di bulan Agustus 2022.
“Dari Bendungan Pengga air akan dialirkan ke WTP yang berada di Pengengat,” sambungnya menjelaskan.
Untuk progres dan proses pembangunan sendiri, Bambang menjelaskan bahwa PDAM memang tidak terlibat. Akan tapi nanti setelah jadi Pemerintah Pusat akan melakukan serahterima ke Pemerintah Daerah dan pengelolaannya akan diserahkan kepada PDAM.
Sementara itu Damrah, salah satu pemilik homestay yang sehari-harinya berprofesi sebagai nelayan sangat mendukung jika PDAM Lombok Tengah bisa kembali memberikan pelayanan air bersih di Dusun Gerupuk.
“Sangat kita dukung, karena lokasi kami terletak di cekungan antar teluk jadi sumur-sumur kami disini air payau. Kalau masak harus beli air di penjual. Airnya Rp 60 ribu per 1.050 liter,” ujarnya dengan nada mengeluh.
Dengan adanya jaringan PDAM paling tidak Rp 60 ribu itu bisa untuk membayar air selama 1 bulan. Sementara saat ini 60rb hanya dapat isi 1 tandon dan ini bisa bertahan paling lama satu minggu saja.
Baca Juga: Resmi Tersangka, Ustad Mizan Qudsiah Diamankan Polda NTB
“Kalau ada PDAM di dusun ini beban kami bisa ringan,” tutupnya disertai harapan bahwa rencana Pemkab Loteng itu akan segera terwujud. (fiq)
Editor: Lalu Habib Fadli








