Bupati Lotim saat melakukan Rapat Koordinasi bersama OPD. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur belum dapat memenuhi kebutuhan semua pihak. Terlebih soal pembangunan fisik. Sehingga Pekab Lotim harus mengoptimalkan dana serta berbagai program yang ada untuk memenuhi harapan masyarakat tersebut.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy menyampaikan ukuran keberhasilan pembangunan adalah dari sudut pandang masyarakat. Sementara masyarakat memiliki kebutuhan yang berbeda mulai dari kesehatan, pendidikan, irigasi, hingga peningkatan pendapatan perkapita.


“Ada sejumlah program yang harus diperhatikan seperti penataan Ekas. Sementara program ini masih belum tersedianya litrik dan air bersih bagi 63 unit rumah yang akan dimanfaatkan untuk relokasi nelayan, yang sebelumnya menempati sempadan pantai,” kata Bupati saat rapat koordinasi bersama sejumlah OPD, Selasa (17/5).

Ia meminta, kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk merapikan Keramba Jaring Apung (KJA) untuk menciptakan pemandangan yang lebih elok. Tidak hanya itu, dirinya juga menekankan kebutuhan air bersih warga selatan dan Sembalun.

Selain itu, dirinya juga meminta proses lelang dapat segera dilaksanakan sehingga pengerjaannya dapat segera dituntaskan. Masih terkait air bersih, diingatkannya pula untuk memanfaatkan kembali mata air ambung untuk PDAM.

“Penerangan jalan di Kota Selong dan sekitarnya dan kondisi penerangan di ruang terbuka publik program KOTAKU di Pancor juga masih perlu perbaikan,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, masalah lainnya yang ditekankan ialah terkait pengelolaan sampah di Lotim. Ia melihat tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi kebutuhan masyarakat di kawasan selatan, dan di kawasan utara. Sehingga sampah dari dua kawasan tersebut tidak perlu dibawa jauh hingga ke TPA Ijobalit.

Program lainnya yang di fokuskan ialah peningkatan IPM Lotim pada tahun 2022 hingga 2023 mendatang dan perkembangannya, khususnya menyangkut usia lama sekolah melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Upaya ini nantinya akan melibatkan guru yang akan mendata masyarakat di sekitar tempat tinggal masing-masing yang berusia di atas 20 tahun dan belum menuntaskan pendidikannya,” katanya.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

Bupati juga meminta kepedulian semua pihak terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat, dengan saling mengingatkan ketika menemukan masalah dalam pelayanan. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here