GerbangIndonesia, Lotim – Program Echo Green telah membuka peluang bagi perempuan dan generasi muda petani di tiga kecamatan di kabupaten Lombok Timur. Mulai dari Kecamatan Sembalun, Sambalia, dan Suela. Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan, Echo Green telah berhasil menumbuhkan perubahan positif baik bagi individu maupun kelompok yang ada di kecamatan tersebut.
Baca Juga: Demi Indonesia Emas 2045, Kapolri Minta Serikat Mahasiswa Muslimin Ingat Soal Ini..
Sekda Lotim, HM Juaini Taofik yang menerima tim dari Echo Green dan Yayasan Penabulu menyampaikan, Echo Green telah memfasilitasi dan mendampingi 25 desa untuk menyusun peraturan desa (Perdes) yang berkaitan dengan tata ruang desa inklusif dan tata guna lahan yang menjamin ekonomi, hak-hak perempuan dan petani muda.
“Kami berharap dengan peraturan desa yang sudah disusun itu, masing-masing desa dapat mengembangkan potensi sumber daya yang dimilikinya secara maksimal,” terang Juaini saat menerima tim Echo Green dan Yayasan Penabulu di ruangan kerjanya, Kamis (16/6).
Sekda juga memberikan apresiasi terkait pelaksanaan program Echo Green di Lotim. Program yang disokong Uni Eropa dan berlangsung sejak tahun 2020 lalu itu bertujuan mempromosikan inisiatif ekonomi hijau oleh petani perempuan dan generasi muda di sektor pertanian berkelanjutan dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan.
Ia mengajak masyarakat millenial untuk bertani, sebab bertani, menurutnya bisa mendidik jiwa menjadi produktif. Dijelaskan Sekda bahwa tanpa pertanian maka ketahanan pangan akan terganggu.
“Kami juga berharap substansi Echo Green tersebut dapat membuat masyarakat ikut berpartisipasi,” ucapnya.
Disebutkan tata ruang desa memiliki kaitan dengan pertanian. Sehingga diharapkan Lotim dapat menjadi bagian dari pameran yang akan dilaksanakan Echo Green nantinya, juga sebagai bagian dari promosi pariwisata.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
“Apalagi di Lombok Timur banyak tempat-tempat pariwisata, di Sembalun ada potensi lahan milik TNGR,” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli






