
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Utara melalui Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) mengusulkan anggaran miliaran rupiah untuk pemeliharaan Gedung Kantor Bupati di tahun 2024. Pasalnya, gedung berlantai tiga dengan banyak ruangan tersebut membutuhkan intensitas tinggi untuk pemeliharaan sejumlah sarana dan prasarana. Hal ini diungkapkan Kepala Bagian Umum Setda Lombok Utara Muhammad Rum, Senin (11/9).
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
Menurutnya, gedung yang usai dibangun pada tahun 2022 dengan menelan biaya kurang lebih Rp 40 miliar tersebut membutuhkan mobilitas tinggi. Terdapat sejumlah aset seperti AC, toilet, lampu, pintu, dan sejenis yang harus dilakukan pemeliharaan setiap tahunnya. Pihaknya sudah mengusulkan ke DPR anggaran pemeliharaan untuk tahun 2024 sebesar Rp 3,6 miliar.
“Itupun sebenarnya kurang, karena belum termasuk penambahan fasilitas lain-lain. Apalagi kemarin ada permintaan dari pimpinan untuk dibangun gapura di pintu masuk lengkap dengan pos keamanan,” ungkapnya.
Dijelaskan, dari item usulan anggaran tersebut sebanyak Rp 1,5 miliar diplot untuk Cleaning Service (CS) kantor bupati. Pasalnya, CS akan dilakukan pihak ketiga yang mana khusus pengajian saja diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 700 juta. Selanjutnya pembangunan gapura dengan pos di dua sisi pintu masuk kantor senilai Rp 350 juta satu unit.
“Gapura bagian kiri kanan lengkap dengan pos jaga sekitar Rp 350 juta per item, penjaga malam akan ditambah 4 orang lagi. Nanti juga soal sampah, baliho, taman semua juga masuk di pemeliharaannya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rum mengaku anggaran tersebut dianggap masih minim kendati menimbang kemampuan keuangan daerah maka dirinya melihat berapa nantinya akan diberikan oleh TAPD dan disetujui oleh DPR terkait pemeliharaan gedung tersebut. Untuk tahun ini, anggaran pemeliharaan tidak ada alias nol lantaran tidak dianggarkan praktis pihaknya mensiasati menalangi dengan kemampuan yang ada.
“Selama ini pemeliharaan tidak ada kita talangi dan mengutang dulu, itu pun kurang termasuk pemeliharaan lift, saking banyaknya AC di pihak ketigakan kontrak kerja setiap bulan rutinitas pemeriksaan harus ada,” ucapnya.
“Bagaimanapun ini menjadi permintaan pimpinan sehingga harus kita lakukan dan usulkan entah berapa nanti disetujui nanti kita pikirkan,” imbuhnya.
Secara terpisah, Kepala BKAD Lombok Utara Sahabudin menilai akan melihat sejauh mana urgensi apa yang diusulkan. Sebagai contoh biaya pemeliharaan di item apa saja yang dibiayai ketika itu nanti mendukung, harus dipertimbangkan apalagi kaitan dengan pelayanan. Sahabudin yang juga anggota TAPD ini mengakui, menyangkut kemampuan keuangan daerah trendnya sudah cukup bagus meskipun belum maksimal namun sudah mengarah ke baik terkait PAD pun dana transfer pusat.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
“Terkait besaran dana tentu nanti kita sesuai dengan standar harga. Terlebih mulai tahun ini (keuangan daerah) agak cenderung positif perkembangannya indikatornya bisa dilihat dari PAD walapun belum signifikan, kemudian berikutnya dari dana transfer ada peningkatan kita optimis terkait keuangan daerah semakin bagus,” pungkasnya.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli






