
GerbangIndonesia, Lotim – Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy meminta masyarakat Lotim, untuk menahan diri dan menjaga situasi kondusifitas di Lotim.
“Masalah ini sudah ditangani Polda NTB, jadi kami harap masyarakat tenang, jaga kondusif bekerja sebagaimana biasanya. Serahkan semuanya kepada Aparat Penegak Hukum,” pinta Bupati Lotim H Sukiman Azmy kepada wartawan seusai menerima massa aksi yang melakukan aksi damai di depan Kantor Bupati Lotim, Rabu (5/1).
Baca Juga: Viral Karena Sebut Makam Ulama Tai Anj*ng, Ustad Mizan Qudsiah Bakal Dilaporkan ke Polisi
Dirinya berharap kepada masyarakat agar sentiasa menjaga kondusifitas dan stabilitas daerah dari orang-orang yang tidak mau melihat Lotim menjadi aman dan damai.
Di tengah memanasnya aksi damai yang dilakukan oleh ribuan jamaah TGH Lalu Muhammad Ali Batu yang berasal dari berbagai daerah di Lombok, Bupati Lotim bersama wakil Bupati, Kapolres Lotim, dan Dandim 1615/Lotim, langsung ikut berjemur untuk menemui massa aksi guna menjaga kondusifitas keadaan. Ia mengakui, selama ia menjabat sebagai Kepala Daerah tidak pernah menemukan aksi demonstrasi yang tertib dan aman seperti saat ini.
“Saya sangat mengapresiasi ketertiban yang dilakukan dalam menyampaikan aspirasi ini. Biasanya demo-demo itu dilakukan dengan urak-urakan mencaci maki ke sana kemari, tetapi ini tidak,” katanya bangga.
Disebutkannya pula, persolan tersebut berawal ketika jamah As-Sunnah akan membangun masjid di tengah masyarakat yang bukan komunitasnya yang kemudian ditolak oleh masyarakat, namun persolan tersebut sudah diselesaikan.
“Persolan itu sudah kita selesaikan, tapi ketika ada oknum yang mengatasnamakan diri sebagai As-Sunnah kembali melanjutkan pembangunan itu, masyarakat kembali gaduh tapi itu juga sudah bisa kita selsaikan,” katanya.
Selain itu, kata dia untuk menjaga kondusifitas keadaan, solusi yang diberikan Pemda ialah dengan membeli lokasi pembangunanan masjid tersebut untuk dijadikan sebagi BUMDes dan hal tersebut sudah disetujui oleh pimpinan As-Sunnah.
Lanjut Sukiman, persolan itu kembali mencuat setalah adanya potongan video yang diklaim dipotong oleh oknum yang tidak bertanggungjawab sehingga kembali membuat situasi memanas di Lombok, khusunya di Lotim yang mengakibatkan terjadinya perusakan fasilitas di Ponpes As-Sunnah Bagik Nyangka, Aikmel Minggu dini hari lalu.
“Jadi masalah ini tidak berdiri sendiri, tentu ada yang memotong-motong, ada yang mengirim ke sana kemari yang mengakibatkan masyarakat kita menjadi resah dan memanas,” tuturnya.
Berangkat dari itu, dirinya berharap oknum-oknum yang menjadi provokator tersebut segera ditemukan oleh APH dalam hal ini Polres Lotim. Tidak hanya itu oknum-oknum yang melakukan pengrusakan tersebut juga harus diperlakukan sama dengan diproses hukum.
Kata dia, di Yayasan As-Sunnah tersebut 2 ribu lebih para siswa dan 200 lebih para guru. Saat ini mereka semua tidak bisa masuk sekolah dikarenakan mengalami keresahan yang mengakibatkan proses pendidikan terpaksa diliburkan. Sehingga dirinya berharap agar pihak Kepolisian sesegra mungkin untuk menyelesaikan persolan tersebut.
Baca Juga: Ribuan Murid Ali Batu Beraksi di Kantor Bupati Lotim, Tuntut Mizan Qudsiah Diproses Hukum
“Tapi Ustad MQ yang duga sebagai pemicu, saat ini sudah ditangani oleh Polda NTB. Jadi kami harap masyarakat tetap tenang. Percayakan kepada APH untuk penyelesaian masalah ini, tetap tenang masyarakat kita tetap kondusif bekerja sebagai mana biasanya. Kalau kita berkerumun seperti ini, tidak menutup kemungkinan Covid-19 itu akan kembali ada dan menjadi mara bahaya buat kita,” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







