Sejumlah Ormas saat melapor ke SPKT Polres Lotim. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA


GerbangIndonesia, Lotim – Sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) melaporkan oknum ustad As-Sunnah ke Polres Lombok Timur, Selasa (4/1). Laporan ini terkait ucapannya oknum Ustad MQ yang viral di media sosial beberapa hari lalu yang dinilai menghina makam-makam para ulama yang dihormati masyarakat Pulau Lombok.

Baca Juga: Soal Pengrusakan Ponpes As-Sunnah, Bupati Lotim Akhirnya Buka Suara

Sekretaris PCNU Lotim, Assairul Kabir menyampaikan, kedatanggannya ke Polres Lotim tersebut bersama bebera Ormas lainnya seperti NW dan NWDI untuk melaporkan oknum ustad As-Sunnah atas ucapan yang mengina makam ulama di Lotim dengan membawa sejumlah bukti terutama yang berkaitan dengan ceramah ustad tersebut.

“Kami bersama teman-teman yang lain ke sini untuk melaporkan oknum ustad itu. Karena kami anggap sebagai suatu penistaan agama kerana menghina makam para ulama yang dihormati oleh masyarakat Lombok,” terangnya, Selasa (4/1).

Selain melaporkan dugaan penistaan agama tersebut, massa dari tiga organisasi itersebut juga menggelar aksi damai di halaman Polres Lotim. Adapun laporan atau adaun tersebut berharap lagsung disampaikan kepada Kapolres Lotim, agar pihak kepolisin langsung menindaklanjuti laporan tersebut.

Sementara Ketua ISNU Lotim, Asri Mardiyanto menambahakn, isi ceramah yang diucapkan oknum ustad tersebut menimbulkan keresahan dan kegaduhan ditengah masyarakat Lombok. Sehingga perbuatan tersebut dinilai jelas sebagai penistaan agama, sehingga hal tersebut lah yang mendasarinya untuk melaporkan kasus tersebut ke Polres Lotim.

“Materi dakwah yang berdar di medsos itu bahwa oknum ustad ini mengatakan bahwa makam-makam di Lombok seperti makam Loang Balok, Makam Ali Batu, Batu Layar, Kuburan Tain Acong, keramat tain acong. Kata tain acong itu kan kotoran anjing. Jadi itu jelas penistaan agama,” jelasnya.

Menurut dia, apa yang dilontarkan oknum ustad tersebut dinilai sudah menjelekkan tradisi ziarah makam di Lombok. Terlebih yang bersangkutan secara jelas menyebut nama-nama makam yang sampai saat ini masih diziarahi oleh masyarakat Lombok.

Sementara Ketua Pemuda NWDI Lotim, Syarifuddin dalam orasinya menyampaiakan sangat mengutuk keras siapa saja yang mencela, merendahkan dan mencaci makam para ulama yang ada di Lombok.

“Aksi ini merupakan bentuk jeritan hati kami. Kami sangat cinta dengan para ulama, sehingga kami sangat mengutuk siapa saja yang mencela dan mrendahkan makam para ulama,” ucapnya.

Sementara Kapolres Lotim, AKBP Herman Suriyono mengatakan terkait ceramah salah seorang ustaz tersebut sebagain masyarakat sudah menempuh jalur hukum dengan melaporkannya ke pihak kepolisian. Baik di Polres Lotim maupun Polda NTB.

Baca Juga: Viral Karena Sebut Makam Ulama Tai Anj*ng, Ustad Mizan Qudsiah Bakal Dilaporkan ke Polisi

“Kami sebagai aparat hukum tentu akan menindaklanjuti laporan ini. Kami akan lakukan peyelidikan dan penyelidikan kasus ini,” tutupnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here